ke dokter edisi mei 2016

beberapa hari yang lalu saya ke dokter, karena sudah dari seminggu yang lalu perut sekitar pusar saya ada masalah, karena pada saat di tekan terasa nyeri dan sakit, sempat terpikir apakah ini dikarenakan kepala ikat pinggang yang menekan perut, dan itu juga yang membuat saya membeli ikat pinggang baru dan memindahkan posisi kepalanya ke bagian samping saat memakainya.

saya menuju salah satu apotek yang dekat dengan rumah, karena sudah malam hari dan saat registrasi untuk mengambil nomor antrean hanya mendapatkan nomor 22, okelah karena ini pertama kali ke dokter yang ini saya tanya pada reception dokternya, kira2 jam berapa perkiraan dapatnya kalau nomornya sebesar itu. Dia menjawab sekitar jam 10 malam. (dokternya dateng jam 8)

Saya akhirnya pulang kerumah untuk persiapan makan mandi dan ganti baju karena saat registrasi langsung setelah pulang kerja.

Skip skip, sudah pukul 8.30 malam, ada baiknya berangkat sekarang aja, kali aja nanti ada beberapa pasien yang tidak datang, jadi bisa lebih dulu dapat antrean :D
perjalanan mulus karena malam hari tidak terlalu banyak orang di jalan, mungkin kira2 10 menitan sudah sampai di lokasi, saya langsung menuju ke reception menanyakan nomor berapa sekarang (berharap sudah mendekati), dan ternyata jawabannya adalah nomor 7.
What, lama banget (maunya bikin emot mulut menganga tapi gak ada). Pikirku mungkin saja ada pasien yang lumayan lama di dalem.

Waktu berjalan sambil menunggu saya hidupkan hp dan membuka website kesukaan untuk mengisi waktu. tik tik, waktu sudah hampir jam 10, penasaran dengan nomor antrean yang sekarang karena sempat melihat beberapa pasien hilir mudik masuk ruangan dokternya, dijawabnya, no 10.
Adah,  baru 3 nomor aja, kalau dihitung2 nunggu lagi 12 nomor dong untuk sampe 22.
Oke konsul dengan istri deh, lanjut apa go home ini, secara mata udah setengah lilin karena capek habis kerja. Istri bilang tunggu aja lagi bentar, ya wes, akhirnya nunggu juga.

Waktu berlalu menunjukkan 10.15, tanya lagi ke reception, “mbak kalau besok dapat antrean berapa ya?”, dia jawabnya tunggu aja pak, lagi dikit kok, dia sambil nunjuk tumpukan kertas rekam medis pasien 3 lapis, punyaku paling bawah satu lembar (karena baru buat). Oke lah tanggung, lanjutin perjuangan toh juga besok libur.

Akhirnya giliranku juga sekitar jam 10.40an, diperiksa oleh dokternya, dokternya ramah dan melakukan pengecekan (SOP kayaknya), dan bertanya sering makan pedas gak? saya jawab “Tidak”, dokter bilang “Akhir2 ini sempat gak makan pedas”, “Iya sempat dok” jawabku. (tanya jawab itu cuma ingatanku aja)
Oke, sepertinya dokternya tau masalahnya dimana, dia bilang perutnya bringket, atau apa gitu istilah medisnya dia bilang, tapi aku gak terlalu ingat karena tumben di dengar, dan aku gak bertanya lagi.
Kemudian dia membuat resep obat
IMG_20160520_225132.jpg

nama dan detail pasien aku blur aja, biar anonimous.
Dokter bilang bringket itu tidak apa2, hal itu terjadi karena usus bekerja keras karena ditrigger oleh makanan pedas sebelumnya.
beberapa pantangan : makanan pedas, lemak, kecut.
saya diminta untuk makan yang lembek dan mengunyahnya lebih banyak dibanding sebelumnya.
Setelah aku rasa cukup konsulnya (kata “tidak apa2” membuatku lega) aku pamit ke dokternya dan membayar 150K.

Kemudian menuju apotek yang kebetulan satu lokasi dengan tempat praktek dokter tersebut.
Menyerahkan copy resep, kemudian dia bilang biayanya 668.800

IMG_20160521_125629.jpg
Waduh, kok mahal amit, kirain gak terlalu mahal.
pikirku mungkin ini adalah obat paten, tak apalah yang penting cepat sembuh, dibanding murah tapi lama sembuhnya.

di tempat kasir sempat juga ketemu ibu2 yang nebus obat juga, kalau gak salah ibu itu bayarnya 900ribuan hampir mendekati 1jt. dia bilang dia ada alergi debu gitu.

Skip skip, gak liat jam berapa waktu itu tapi begitu dikasi obat, trus bayar langsung cabut pulang karena ngantuk. ibu yang ketemu di kasir juga matanya merah karena ngantuk, wakakak dia bilang ngantre dari jam 8.

sampe di rumah makan roti dikit biar bisa minum obat, jam sudah jam 11.30 malam.

Ini obat2 nya.
IMG_20160521_125311.jpg

IMG_20160521_125355.jpgIMG_20160521_125459.jpg

yang ini racikan 2 obat jadi satu katanya.
IMG_20160521_125543.jpg

yang racikan ini yang membuatku sedikit khawatir apa isinya, karena beresiko mereka saat membuat obatnya bisa saja bekas obat lain ketinggalan di tatakan penghancurnya. (mudah2an saja tidak)

Oke, blog ini aku buat karena aku ngantuk berat, 90% ngantuk poll, uyuk2 udah denger musik tidak bisa membantu juga.
akhirnya buat blog bisa menghilangkan kantuknya.

update 31-05-2016:
entah kenapa sepertinya obatnya tidak terlalu berpengaruh, perutku masih terasa sedikit nyeri, salah seorang teman sempat mengatakan mungkin karena kurang olah raga, dan kemarin setelah aku olah raga, memang sedikit berkurang. sepertinya bringket yang dimaksud mungkin karena strecthing perut yang kurang makanya menjadi sakit.
baiklah, mungkin emang perlu olahraga saja.
agak menyesal juga sih nebus obat yang mahal tapi mungkin gak ngaruh.
saya juga sepertinya alergi dengan salah satu obat dokter tersebut, karena wajah menjadi gatal dan timbul satu jerawat bernanah di hidung.
sepertinya InterFlox antibiotik itu penyebabnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s