pamrih

Pamrih adalah sebuah kata yang mencirikan bahwa seseorang mengharapkan seseorang berbuat sesuatu dulu untuknya baru dia akan membalasnya sesuai dengan seberapa besar yang mereka lakukan untuknya.

Hal ini yang susah, karena situasi orang sangat berbeda, sehingga saat kelihatannya kita perlu sesuatu tapi orang lain tidak pernah terlihat seperti membantu.

Contohnya saja (hanya pengandaian saja)
si Anu membuat kursi, bla bla bla, sampe kursi selesai, kemudian ada seseorang dateng pengen minta tolong duduk karena capek dan tidak punya uang untuk membuat atau menyewa kursi.
Nah pikirannya pun berpikir kebelakang, eh dulu dia gak pernah bantuin aku saat membuat kursi, dia gak boleh duduk disini gak gak ada effortnya sama sekali pada saat dulu gue susah.

Jika kita gunakan prinsip switch side / tukar posisi.
Seandainya saja orang lain (anggap saja si B) yang melakukan sesuatu misalnya membuat kursi juga, dan haruskah mereka memberitahu semua orang untuk membantunya, untuk dapat misalnya duduk di kursi yang telah mereka buat.
Mungkin hanya bentuk kesombongan saja yang bisa kita lihat kalau misalnya, si B pas membuat kursi trus ngasi tau semua orang bahwa “aku punya kemampuan untuk membuat kursi di kota, sini bantu aku sekarang kalau nanti pengen duduk sama aku untuk kedepan kalau kamu tinggal di kota”.

Haruskah prinsip seperti ini membuat otak kita susah untuk move on, dan menerima dengan lapang dada orang lain yang tidak ada sangkut pautnya untuk ikut duduk di kursi yang susah dengan susah payah anda buat?
Semoga saja anda tau maksud saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s