ada apa dengan PLN

apane usak ne PLN?

antara wacana dan kenyataan tidak pernah beriringan.
masih segar di telinga slogan2 dari PLN untuk hemat 17 – 22.
matikan lampu yang tidak diperlukan.
hal ini dikarenakan PLN jatah listrik sedang sekarat dan tidak bisa memenuhi pasokan yang hampir memenuhi limit pembangkit listrik.

akan tetapi lihatlah yang terjadi di lapangan.
sebagai contoh kita ambil saja dewa KQ,
saat aku sempat menginap dulu di rumahnya, aku sempat ngobrol2 tentang gimana suka duka membuat rumahnya.
pada saat itu lampu sedikit redup kemudian menyala kembali karena saat itu dia sedang menguras sumur, katanya hujan2 dan airnya keruh.
terlintas dipikiranku, oh mungkin karena listriknya gak kuat makanya lampu redup dan terang.

deSuk : “ki, kude teganan dini, kok care sing kuat pompane nyedot yeh”
KQ : “1300”
deSuk : “adi sing kuat ki?”
KQ : “karena dalam sumurnya mungkin perlu daya listrik lebih untuk nyedot”
KQ : “disamping to manfaatang dogen karena mayah tiap bulan 250, anggon sing nganggon monto masi mayah”
deSuk : “men adi sing daya 900 alih?”
KQ : “sing ade uk, minimal 1300”
deSuk : “?!?!?!?!?!”

dalam pikirku, kok PLN gini ya. katanya masyarakat disuruh berhemat, tapi kok daya listrik yang kecil gak disiapin?
padahal untuk keperluan rumah tangga daya 900 itu sudah lebih dari cukup.
seperti dirumahku pake daya 900 dengan Komputer, TV, Brick hidup terus, tapi tidak pernah sampe padam.

“apane usak PLN ne?”

kalau mau mencari keuntungan mah jangan gini caranya.
perbaikan managemen sangat penting untuk menekan cost.
karena PLN selalu bilang merugi terus setiap tahun.
ya jelas lah rugi, orang banyak duit yang dimasukin kantong,
jelas perusahaan rugi dong.
ataukah ini hanya sekedar mark up dan dijadikan sebagai alasan untuk menaikkan tarif kepada konsumen.

pedalem kaki nok. bek2 mayah beban listrik, tapi sing taen nganggon.
mani2 ci seharusnya nyewakan listrik ditu ki, sehingga siang2ne meanggon listrik cine. sing je mekutang2 mayah beban dogen.

sorry ini hanya pelampiasan saja, karena aku juga prihatin pada nasib temanku si KQ.
sabar gen ki. mani ajake ngae usaha ditu.

Advertisements

2 thoughts on “ada apa dengan PLN”

  1. dalam situasi seperti ini.. mungkin saja kesalahan terjadi pada pompa yg di beli KQ.. seperti kita ketahui bersama bgmn sifat KQ.. “Ken2 carane pang maan barang ne mudah kalo bisa gratis”.. jadi pompa air nya tdk berjalan secara maksimal… coba tanyakan dengan KQ terlebih dahulu…
    Harga tdk pernah bohong.. wakakakakaakkaka

    Pisss ki… Just Joke..

  2. KQ : “disamping to manfaatang dogen karena mayah tiap bulan 250, anggon sing nganggon monto masi mayah”
    Ralat —> bukan 250 suk..tapi 120 ribu..(ente pelih ngrekam munyi to uk)
    Yang jelas PLN emang mempermainkan pelanggan.Dulu saya nyari 900 di bilang tidak ada karena alasan tertentu.Yang ada 1300..Dan sekarang listrik di rumah dimasukkan ke kelas bisnis.Jadinya minimal pemakaian tiap bulan adalah 150 Kwh.Kurang dari limit tersebut tetep bayar 120 ribu rupiah..mimih..nganggo sing nganggo tetep mayah amento uk!!!makane di rumah saya tidak ada istilah hemat lsitrik.Daripada gak dipakai (toh juga bayar mahal) lebih baik anggo sepuasnnya..Betul gak suk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s