siapa sih loe?

“siapa lo?”

OK
mari kita tinjau kata2 ini satu persatu.
1. siapa
menandakan bahwa lawan bicara bertanya. tentang orang yang diajaknya berbicara
2. lo
yaa… itu kamu… [ jangan tolah toleh oiii.. tetap lihat monitor !! kayak nggak ngerasa aja ]

jadi,
penggabungan dua kata itu akan menjadi “siapa lo”
yang artinya siapa kamu
[wah, semua orang juga tahu nih, kenapa aku jelasin ini ya :)) ]

jadi jika ada orang yang bertanya “siapa loe” maka dia ingin tahu lebih dalam tentang dirimu.
sudah sepatutnya anda memperkenalkan diri anda lebih mendetail.
jadi untuk menghindari pertanyaan yang serupa dilontarkan lagi.

mari kita ulas, kenapa pertanyaan ini sampai terjadi.
pada jaman dahulu kala … wah salah..
pada dasarnya, ketika kita berkenalan dengan seseorang maka kita akan memberi tahukan nama depan atau nama singkat saja pada lawan bicara yang baru kita ajak berkenalan.
jadi, mungkin saja setelah lama ngobrol, dan dia pengen tahu lebih banyak tentang dirimu.
pertanyaan “siapa sih loe?” akan terlontar juga.

untuk menjawab pertanyaan ini susah susah gampang.
anda bisa berikan sisa nama belakang anda, mungkin.
nama kecil anda, boleh.
mungkin saja ukuran CD anda. [ itu terjadi jika perkenalannya udah meningkat tajam ]

mungkin anda bisa bertanya balik kepadanya,
untuk mendapatkan feedback atau umpan balik
apakah jawaban yang anda berikan itu memuaskan yang bertanya.

jika belum, anda mungkin harus mengulas masa lalu anda,
masa sebelum anda berlalu,
atau masa saat anda tidak laku dan menjadi dedalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s